Stop asking stupid questions!

Nggak kerasa bentar lagi udah mau lebaran Idul Adha dan kumpul-kumpul keluarga lagi sambil ngeliatin temen-temennya Shaun the Sheep menghadapi kisah akhir hidupnya. Bagi sebagian orang mungkin akan merasakan bahagia dan senang karena bisa kumpul keluarga atau kerabat yang mungkin lebaran Idul Fitri kemarin nggak sempat ketemu bisa seseruan bareng sambil bagi-bagi daging dan makan aneka olahan daging. Tapi ada juga sebagian orang yang menghela nafas panjang sambil mempersiapkan diri (lagi) menghadapi pertanyaan yang belum hilang dari ingatan mereka ketika dihadapkan dengan pertanyaan rutin tahunan bahkan bulanan seperti…

"Kapan nikah… "

"Kapan punya anak… "

"Kapan nambah anak lagi… "

"Kapan anakmu nikah…"

"bla bla bla"

Hayoooo siapa yang sering nanyain temen atau kerabatnya seperti itu… Semoga postingan aku kali ini bisa membuka mata sekaligus pemikiran kalian, dan sebelumnya mohon maaf kalau postinganku ini agak sedikit ketus merespon sikap kalian yang sering nanya pertanyaan seperti di atas.

****

Berdasarkan pengalaman sendiri yang suka di tanyain masalah "Kapan punya anak" aku pengen sharing sedikit mengenai perasaan aku bahkan teman-teman yang lain yang merasakan hal yang sama ketika di hadapkan dengan pertanyaan seperti itu.

Tau nggak sih kalau pertanyaan yang sepele seperti itu membuat kita yang ditanya bisa jadi down. Mungkin di antara kalian berfikir, "Kan cuman nanya, wajar dong.. artinya kan kita perhatian". Ah.. rasanya kok kaya bullshit yah, karena yang aku tau kebanyakan orang-orang sekarang lebih sekedar pengen tau alias KEPO ketimbang pedulinya. Bahkan parahnya lagi ada segelintir orang yang membuat celah tersebut di jadikan bahan gunjingan sesama temannya. Bener nggak?

Kalau udah kaya gini, aku jadi mikir kalau mungkin sebarusnya kita sedikit banyak bisa belajar soal perilaku bersopan santun pada orang barat. Karena rata-rata mereka disana sangat memperhatikan dan menjaga ucapan dari pertanyaan pertanyaan seperti itu sangking saling menghargai privasi masing- masing orang. Bahkan untuk menanyakan suku, usia, dan agama aja disana sangat di perhatikan dan termasuk salah satu bentuk kesopan santunan antar sesama, apalagi nanyain jodoh orang, anak orang.. mungkin cuman ada 1 dari 10 orang yang kaya gitu, beda sama disini justru malah kebalikannya.

****

Contohnya pengalaman yang baru-baru aja aku rasakan pas lebaran kemarin dan masih segar diingatan aku sampai sekarang, waktu habis solat ied kebetulan ada temen mama yang nyamperin aku trus nanya apakah aku sudah hamil atau belum. Dengan penuh semangat karena memang sudah mempersiapkan diri dengan pertanyaan seperti ini, aku jawab belum sambil senyum-senyum manis ala mba hana yang tetap tersenyum walau sering di sakitin dan di djolimi, dan tau nggak ibu itu malah balas menjawab dan membuat aku setengah shock dengan pernyataannya…

"Oh kalah dong kamu sama anakku, anakku anaknya sudah mau sepuluh bulan umurnya"

Seketika itu juga aku ngerasa kalau orang ini adalah salah satu species manusia purba yang masih hidup dan harus dilestarikan keberadaannya guna membuktikan kalau manusia jaman dulu belum terlalu lihai menggunakan otaknya ketika ingin melakukan sesuatu. Atau jangan jangan sebenarnya aku yang ketinggalan jaman dan nggak tau kalau tren tahun 2017 adalah tren dimana memiliki seorang anak dijadikan bahan perlombaan, ada yang menang ada yang kalah. Untungnya saat itu keadan mesjid masih ramai oleh jemaah yang masih sibuk bersalam-salaman setelah solat ied, kalau nggak mungkin aku bakal masuk ke mesjid dan mengambil sebuah Al-Qur'an lalu membacakan ayat yang menjelaskan bahwa "Anak itu merupakan Hak Allah SWT" dan bukan sesuatu yang bisa diperlombakan.

Adalagi nih yang lebih frontal waktu aku liat temen di socmed aku di todong oleh ntah itu teman atau keluarga yang menyalahkan dia terlalu pilih-pilih makanya sampai umurnya yang katanya sudah tua itu belum juga mendapatkan jodoh. Yang kaya gini nih menurut aku otaknya lebih mahal dari penyanyi dangdut att karena lebih jarang di pake. Emang dengan pernyataan dia seperti itu besoknya yang ditanyain bakal langsung nikah gitu. Nggak kan.

Sebenarnya masih banyak loh pertanyaan selain pertanyaan dia atas yang kadang menurut kita sepele tapi sebenarnya buat orang yang di tanya ngerasa jleb.. like

"Ya ampun kamu gemukan bgt yah sekarang"

"Kok hitaman sih sekarang"

"Ih kurus banget sih km, jelek tau"

"Ini rumah sendiri atau ngontrak beb"

Ya ampun, kemanakah perasaan para manusia jaman sekarang? Segitu parahnya kah sudah sifat kurangnya rasa peka, saling menghargai dan menghormati sesama manusia?

Kami terutama aku sendiri nggak melarang jika kalian ingin menanyakan hal hal tersebut jika memang kalian "segitu penasarannya" dengan keadaan yang kalian lihat tidak wajar pada diri kami. Tapi please, cukup sampai disitu.. jangan kalian tambah dengan pernyataan pernyataan yang menyudutkan apalagi menjudge seolah kami yang menginginkan keadaan tersebut. Kami manusia biasa, hanya bisa berharap, berdoa sambil berusaha agar mendapatkan yang terbaik.

Setau aku nggak ada orang normal yang nggak pengen cepat nikah, cepat punya anak, cepat punya keluarga yang bahagia lengkap segala galanya. Nggak ada orang yang pengen punya badan segede gentong atau kurus kayak sapu ijuk. Tapi balik lagi, semua sudah di takdirkan Allah SWT. Jadi kalau menurut kalian hal yang kami inginkan tersebut belum ada pada diri kami, mungkin kalian bisa memberi kami saran (yang tidak menggurui) atau bahkan semangat dari pada menjudge, menyalahkan, atau bahkan memberikan statment konyol seperti contoh diatas, dan itu jauh lebih berguna.

Karena sejujurnya pernyataan kalian secara tidak langsung dan tidak sadar sangat mempengaruhi apa yang sesungguhnya mungkin sedang kami perjuangkan. Jangan jatuhkan semangat yang sedang kami bangun dan usaha yang sedang kami perjuangkan.

Jadi mulai sekarang coba lah untuk tidak bertanya hal-hal yang sensitif dan memberi pernyataan yang negatif atas keadaan orang sekitar anda, lebih baik memuji kelebihan yang ada atau kalau nggak bisa muji lebih baik diam. Ingat kata pepatah "Nobody's perfect"… bahkan princess syahrini yang hidup layaknya princess aja masih punya kekurangan, apalagi kami yang kaya kata lambe turah cuman remahan rempeyek ini..

2 thoughts on “Stop asking stupid questions!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s