Weekly Blog #7 – Setahun Resign

Ini merupakan draft postingan kesekian kali yang aku coba sampaikan sesingkat mungkin, karena setelah menulis cukup lama aku baru sadar kalau tulisan aku sebelumnya sudah kaya scrip drama india yang episodenya sampe ribuan nggak tamat-tamat padahal isinya 70% adegan slow motion diiringin musik gendang.

***

Jadi pagi ini dengan baik hati path mengingatkan aku dengan postinganku setahun yang lalu, which is aku baru sadar kalau ternyata udah setahun aku resign dari dunia perbankan yang sedikt banyak ngajarin aku banyak hal. Dalam path itu aku ternyata memposting foto-foto mulai dari aku nasih anak ojt yang sering di omelin sama supevisor  karena sering error corection, sampai foto dimana aku sama temen-temen funding aku ngurusin artis ibu kota yang ternyata ribet bin menguras tenaga banget.

Serius, banyak orang terutama orang sekitar tempat tinggal aku bahkan ada juga temen kuliah aku yang ngira aku bisa keterima kerja di bank ternama karena bantuan orang tua yang emang sedikit sering berurusan sama orang bank. Sumpah, aku sebel banget kalau di sangka kaya gitu. Karena apa yang mereka kira itu nggak bener dan aku ngerasain sendiri gimana perjuangan aku dari awal tes bahkan sampai nekat naik bis ke balikpapan demi keterima kerja yang emang udah aku cita-citakan pas kuliah dan itu sama sekali tanpa adanya bantuan pihak ketiga atau orang dalam atau nyogok atau apalah yang dikira orang.

Aku ingat pertama kali aku masuk kerja masih jadi anak ojt hari pertama udah di sodorin duit 2000an segepok buat belajar ngitung pakai tiga jari dan alhamdulillah berkat kegigihan dan kegalakan Mba Eny yang pas banget dia adalah supervisor aku waktu itu bisa berhasil ngebuat aku dalam sehari semalam lancar ngitung duitnya. Aku juga nggak bakal lupa kalau ada cewek yang aku pikir kalem dan baik akhlaknya ngajakain aku makan siang bareng dan akhirnya kita sahabatan dan akhirnya juga aku tau kalau dia ternyata sama freaknya dengan aku, yaitu Mba Anggi. Dia ini lah partner in crime ku waktu masih jadi taller bahkan sampai sekarang walau udah jarang. Teman menggila waktu di Bali dan Bandung, teman boros juga kalau pas abis gajian, dan musuh garis keras kalau lagi berantem.

Dua tahun jadi frontliner dan akhirnya aku yang gampang bosan ini nggak betah juga selalu duduk di kandang ngerjain kerjaan yang itu-itu aja. Nekat jadi marketing dan yang dipilih adalah Funding Officer, sekali lagi nggak semudah itu buat jadi funding officer alias FO alias marketing bagian dana. Sempat ikut tes sebanyak dua kali dan gagal akhirnya Pimpinan KCP aku waktu itu nawarin buat jadi FO bayangan alias penjabat sementara sambil ikut seleksi penerimaan FO (lagi). Hampir setahun jadi PJS FO dan akhirnya resmi jadi FO yang awalnya aku kira ditempatkan di cabang pembantu tempat asalku malah jadi di tempatkan di cabang utama. Alhasil aku ngerasa di lepas di hutan liar. Bluuur nggak tau apa-apa. Untungnya ada 4 manusia setengah-setengah menemani perjalananku menjadi FO yang sebenarnya udah males-malesan jadi FO dan berniat resign karena udah capek ngerasain luntang lantung susahnya cari dana waktu tahun pertama. Mungkin karena itu juga alhasil aku kerja udah setengah-setengah. Ditambah dengan tekanan yang kayanya makin hari makin berat dan aku ngerasa kurang dihargain dengan apa yang aku kerjakan.

Jujur makin kesini aku ngerasa kurang sreg dengan jabatan aku karena bukan tipe aku banget. Yang dimana namanya marketing itu harus pintar basa basi dan selalu senang mau keadannya gimana pun. Kalau jaman jadi Teller aku lagi bad mood, aku masih bisa ngelayanin nasabah cuman dengan muka datar dan itu nggak terlalu bermasalah dan berpegaruh sama casa perusahaan. Beda waktu udah jadi funding, mau gimana pun bad moodnya aku harus senyum bahagia dan bisa basa basi sama nasabah. Karena kalau nggak bakal nggak dapat apa-apa. Kadang kita udah basa basi muji muji bahkan sampai memohon aja belum tentu nasabah tertarik dengan apa yang kita jual, apalagi kalau kita ngadapinnya dengan muka bete yang kaya habis liat buku tabungan kalau lagi tanggal tua.

Untungnya aku masih punya teman-teman sepenanggungan yang juga sudah aku anggap sahabat kalau mereka lagi ada duitnya. Hahaha bencada. Kita sama-sama malu di cemoh tiap pagi, sama-sama susah tiap ada kerjaan, dan juga sama-sama senang kalau lagi ada staff kanwil atau kanpus datang trus kebagian jatah makan siang gratis.

 

Masa-masa menertawakan kesusahan adalah masa-masa yang buat semua jadi nganenin dan susah buat dilupain. Aku jadi kangen banget sama mba neli si penggemar lagu-lagu rita sugiarto garis keras yang super ceroboh, suka numpahin makanan dan minuman atau bahkan mecahin barang-barang orang . Kangen sama rusuhnya zeta kalau lagi rese mau itu galau karna kisah kasihnya atau bahkan kalau dia lagi kelaparan, kangen sama lawakan risto yang suka konyol grasak grusuk datang langsung niruin seseorang bahkan staff yang suka nari juga dia tiruin, dan jujur kangen berantem sama nisa juga hahaha (maafkan aku yah nisa). Kangen neriakin anak-anak ayam yang baru belajar kerja which is Andri, Cili, Rendy, ery bahkan mantan sp aku Putra.

Oh iya, aku lupa kalau aku masih punya satu teman lagi yang aku kangenin,  yang nggak banyak bisa aku ceritain tentang dia karena selama kenal dia tanggapan aku adalah sosok wanita baik dan luguh, sampai terjadinya tragedi orange jus yang akhirnya aku menarik kesimpulan bahwa Tuhan masih menciptakan manusia lebih ceroboh dan oon dari mba neli. Aku jadi nggak bisa bayangin gimana jadinya (sebut saja AYU) kalau serumah sama mba neli.

Semoga kedepannya walau sudah nggak satu perusahaan lagi masing-masing dari kita bisa sukses dijalannya tanpa harus menjatuhkan satu sama lain. Aamiin..

Nb : maafkan tulisanku yang kurang berestetika dan seolah asal ngomong ngalur ngidul tanpa memperhatikan ejaan yang di sempurnakan ala bahasa indonesia. Karena sesungguhnya waktu nulis postingan ini udah di atas jam 9 dan aku tetap maksa harus dan pengen posting kisah penting (menurut aku) ini di blog biar nggak keburu mager 😁

 

img_2398img_2391img_2395img_2392img_2393

img_2412img_2413

img_2407img_2406

img_2420

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s